Menurut dr. Margaret Mutiaratirta Sugondo, Konselor Laktasi RS Pondok Indah – Puri Indah, tidak semua ibu menyusui membutuhkan tambahan ASI booster.

“Karena rata-rata ibu bisa menghasilkan ASI yang cukup, sesuai dengan kebutuhan bayinya terutama pada ibu yang menyusui langsung pada payudara (direct breastfeeding) apabila rutin menyusui setiap 2-3 jam,” jelasnya saat diwawancarai Orami.

Ia menambahkan, penggunaan ASI booster atau laktogogue lebih disarankan pada ibu yang ingin menyusui bayi adopsi (induksi menyusui), menyusui kembali setelah berhenti (relaktasi) atau untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu dengan produksi ASI rendah (low milk supply) yang disebabkan kondisi ibu atau bayi sakit atau setelah dipisahkan karena alasan tertentu (contoh: bayi lahir prematur/sakit di ruang perawatan intensif NICU).

Konsumsi ASI booster juga sering diperlukan untuk ibu yang tidak menyusui secara langsung, tetapi yang memerah ASI dengan pompa (exclusive pumping) di mana seringkali mengalami masalah penurunan produksi ASI.