Pasti sebagian besar Moms sudah tahu bahwa prinsip utama produksi ASI adalah ‘supply meets demand’
(Semakin banyak yg dikeluarkan akan semakin banyak pula yg diproduksi oleh payudara)

Tips ini terutama untuk moms yg masih mempraktekan full DBF / DBF dan pumping(partial)/combination feeding with formula
( masih ada kegiatan bayi menyusu langsung di payudara ya..)

1.Hisapan bayi yg optimal
Satu siklus menyusui usahakan di kedua payudara, 1 PD skitar 15-30 min.

Cek posisi dan pelekatan bayi apa sdh benar agar hisapan nya efektif dlm mengosongkan PD.
Breastfeeding on demand dimana bayi menyusu TIDAK dijatah atau dijadwalkan (disusui sesuai tanda lapar bayi)

2.Segera perah /pompa lagi skitar 10 min stlh selesai menyusu sambil dipijat/ melakukan breast compression untuk memastikan PD benar2 kosong

3.Bila perlu,ibu bisa melakukan tambahan teknik power pumping 1-2 x dlm sehari

4.Bila mau menaikkan produksi yg sdh tirun,3 jam adalah waktu maksimal untuk pengosongn PD,tidak menunggu sampai PD bengkak dulu baru mau diperah/disusui ke bayi

5.Jangan skip night feeding atau pumping session bila bayi ‘sleep through the night’ krn malam hari sampai subuh kadar hormon prolaktin sedang tinggi2 nya.Night time nursing sangat berperan untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi ASI

6.Perbanyak skin to skin contact dg bayi agar meningkatkan kerja hormon oksitosin dan bisa menstimulasi bayi agar lebih antusias untuk menyusu )

7. Bila sedang memompa di luar rumah dan ibu tidak bersama dg bayi, ibu bisa memerah sambil nonton video bayi atau melihat foto bayi atau sambil mencium baju bayi.

8. Penggunaan galaktagog/ASI booster sesuai indikasi ahli

9. Kurangi ekspektasi berlebih, berusaha untuk relax dan terus memvisualisasikan ASI akan bertambah banyak dan mencukupi kebutuhan bayi.

10. Bila campur dg sufor,setelah ada peningkatan produksi ASI,jumlah sufor bisa mulai dikurangi bertahap ( konsul dg dokter spesialis anak atau konselor laktasi terlebih dahulu ya)

11. Apabila msh menemui kesulitan, segera cari dukungan teman ,saudara,keluarga,support group serta bantuan tenaga kesehatan( DSA pro ASI,konselor laktasi )